Jumat, 13 November 2015

Tugas Softskill



Komponen sistem informasi

Pengertian Tujuan
Menurut Ken Mcelroy tujuan adalah suatu langkah awal untuk bisa mencapai suatu kesuksesan, Spillane. SJ mengatakan tujuan adalah bagian dari proses untuk mencapai keserasian dan konsentrasi kekuasaan. Tujuan adalah tindakan pertama untuk membuat suatu rencana agar saat melaksanakan rencana bisa sejalan dengan apa yang sudah dirancang.

Pengertian Input
Input atau masukan adalah segala sesuatu yang dimasukkan ke dalam sebuah sistem dan kemudian menjadi bahan yang digunakan untuk diproses.

Pengertian Proses
Proses atau mengolah suatu data untuk  menjadi output yang berguna. Proses melibatkan pembuatan perhitungan, pembandingan data dan mengambil tindakan alternatif, dan menyimpan data untuk penggunaan masa depan

Pengertian Output
Ouput atau keluaran adalah hasil dari sebuah pemrosesan yang berupa informasi, laporan, cetakan danlain-lainnya

Pengertian Umpa balik
Sebuah informasi dari sistem yang dipergunakan untuk membuat perubahan pada kegiatan pengolahan data





Sistem Informasi Berbasis Komputer

CBIS (Computer Based Information System) atau Sistem Informasi Berbasis Komputer menurut Joe Anonymous adalah suatu sistem informasi yang menggunakan komputer dan suatu teknologi komunikasi yang digunakan untuk melakukan tugas-tugas yang diinginkan. Menurut John F Nash sistem informasi adalah sebuah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, prosedur, dan pengendalian yang dimaksudkan untuk menyusun jaringan komunikasi yang penting, proses atas traksaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern untuk menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Laudon (2008) mengatakan CBIS atau Computer Based Information System adalah suatu sistem informasi yang digunakan untuk pemrosesan dan penyebaran informasi yang mengandalka perangkat keras dan lunak komputer. Sistem Informasi Berbasis Komputer adalah sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan digunakan uuntuk alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis.
Evolusi CBIS
Menurut Umar (2002) evolusi perkembangan sisem informasi berbasis komputer ada beberapa tahap yakni sebagai  berikut
a. Tahap awal
Pada awalnya komputer digunakan untuk aplikasi akuntasi atau  pengolahan data elektronik/EDP.  Awalnya menggunakan komputer hanya untuk pengolahan data perusahaan yang bersifat sederhana. Sistem ini digunakan untuk melaksanakan akuntansi perusahaan dan aplikasi ini ditandai dengan pengolahan data yang tinggi
b. Tahap kedua
Pada tahap ini muncul konsep SIM atau Sistem Informasi Managemen yaitu sumber daya organisasi yang menyediakan informasi pemecahan masalah bagi  sekelompok manajer secara umum mewakili suatu unit organisasi seperti sutu tingkat manajemen. SIM merupakan menghasilkan informasi manajemen disetiap fungsional dan level aktivitasnnya. Menurut Raymond SIM merupakan sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan serupa.
c. Tahap ketiga
tahap ini terdapat DSS atau Decision Support System ialah menghasilkan informasi yang dibuat  untuk suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer serta pengambilan keputusan. Menurut Moore dan Chang SPK atau Sistem Pendukung Keputusan dapat digambarkan sebagai sebuah sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi perencanaan masa depan dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.
d. Tahap keempat
berkembangnya OA atau Office Automation berfokus pada komunikasi. Aplikasi ini membantu memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara manajer dan pekerja melalui penggunaan elektronik, seperti electronic mail, word-processing, desktop publishing, modem dan lain-lainnya. OA adalah semua sistem elektronik formal dan informasl terutama ynag berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun di luar perusahaan.
e. Tahap Kelima
sistem pakar atau expert system adalah salah satu teknik kecerdasan buatan yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer bisa menyelesaikan masalah seperti para ahli lakukan. Menurut Durkin sistem pakar adalah suatu program komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan penyelesaian masalah yang dilakukan seorang pkar. Sedangkan menurut Ignizio sistem pakar merupakan suatu model dan prosedur yang berkaitan dalam suatu dominan tertentu dimana tingkat keahliannya dapat dibandingkan dengan keahlian seorang pakar.

DAFTAR PUSTAKA

Umar, Husen. (2002). Evaluasi kinerja perusahaan. http://book.google.co.id

Laudon. (2008). Sistem informasi manajemen 2 (ed.10). http://book.google.co.id






Sabtu, 10 Oktober 2015

TUGAS SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI



SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

1. Pengertian Sistem
            Sistem berasal dari bahasa latin yakni systẻma dan dari bahasa yunani sustẻma yang artinya sebagai suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Berikut definis menurut beberapa para ahli :
            Menurut John Mc Manama sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkkan secara efektif dan efisien. Pernyataan ini didukung oleh J.C Hinggins sistem adalah seperangkat bagian-bagian yang saling berhubungan.
            Menurut Edgar F Huse dan James L. Bowdic sistem adalah rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi saling  pengaruh dari satu bagian mempengaruhi keseluruhan. Pernyataan ini didukung oleh L.Ackof yang mengatakan sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lain.
            Dari beberapa pengertian sistem menurut beberapa ahli, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem adalah sebuah rangkaian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dimana komponen tersebut digunakan untuk memudahkan mendapat informasi, materi atau energi.
            Sistem memiliki ciri-ciri sebagai berikut: terdiri dari komponen-komponen yang saling berinteraksi, mempunyai lingkungan luar, mempunyai jalinan dan terdiri dari masukan, pengolahan dan keluaran.

2. Pengertian Informasi
            Menurut Hendi Haryadi (2009) informasi adalah hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nyata digunakan untuk pengambilan keputusan.
            Menurut Raymond Mcleod (dalam Haryadi, 2009) informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagii pengambilah keputusan pada saat ini atau pada masa yang akan datang.
            Menurut Laudon (dalam Gaol, 2008) informasi merupakan data yang sudah dibentuk dalam sebuah formulir bentuk yang bermanfaat dan dapat digunakan untuk manusia.

3. Pengertian Psikologi
            Dari segi ilmu bahasa, kata psikologi berasal dari kata psyche yang artinya jiwa dan logos artinya ilmu pengetahuan. Psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang jiwa atau ilmu jiwa (2008).
            Menurut Wundt (2008) psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Sedangkan menurut Woodworth dan Marquis psikologi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas-aktivitas individu, dimana aktivitas tersebut artinya aktivitas motorik, kognitif maupun emosional.
Menurut Branca psikologi merupakan ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. Menurut Plotnik psikologi adalah studi yang sistematik dan ilmiah tentang perilaku dan proses mental.
Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang aktivitas-aktivitas individu, kesadaran individu dan tentang jiwa.

4. Pengertian Sistem informasi psikologi
Sistem informasi Psikologi adalah sebuah rangkaian yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dimana komponen tersebut digunakan mendapatkan informasi yang berkaitan dengan psikologi.


Sumber :
Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.
Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo. (Google Book).
Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media. (Google Book).

Senin, 01 Juni 2015

TUGAS PSIKOTERAPI


RATIONAL EMOTIVE THERAPY (ELLIS)

A. Konsep Terapi
           Diperkenalkan oleh Albert Ellis yang lahir pada tanggal 27 September 1913 di Pittsburgh, Pennsylvania. Pada  tahun 1961-1962 Ellis bertindak sebagai Ketua dari Division of Consulting Psychology.
          Pandangan Ellis (1980) terhadap konsep manusia adalah :
1. Manusia mengkondisioning diri sendiri terhadap munculnya
perasaan yang mengganggu pribadinya.
2. Kecenderungan biologisnya sama halnya dengan kecenderungan
Kultural untuk berpikir salah dan tidak ada gunanya, berakibat mengecewakan diri sendiri.
3. Kemanusiaan yang unik untuk menemukaan dan mencipta
keyakinan yang salah, yang mengganggu, sama halnya dengan kecenderungan mengecewakan dirinya sendiri karena gangguan-gangguannya.
4. Kemampuannya yang luar biasa untuk mengubah proses-proses
kognitif, emosi, dan perilaku memungkinkan.
          Kehidupan pasien didasari oleh keyakinan dan cara berfikir yang logis, yang rasional. Karena sasaran utama adalah pada aspek kognitifnya, maka hubungan antara terapis dengan pasien tidak terjalin terlalu erat dan mendalam. Mengenai  peran dan kegiatan terapis menurut Ellis ((1973) adalah :
1. Bawalah pasien sampai pada akar persoalannya yang menimbulkan
pikiran tidak rasional dan tidak menimbulkan gangguan pada perilaku.
2. Doronglah pasien agar mengemukakan pikiran-pikirannya.
3. Tunjukkan pada pasien dasar dari cara berfikirnya tidak logis.
4. Pergunakan analisis-logis untuk mengurangi keyakinan-keyakinan
yang tidak rasional.
5. Kemukakan kepada pasien bagaimana keyakinan-keyakinan ini
Tidak jalan dan bagaimana hal tersebut akan menimbulkan gangguan emosi maupun perilaku di kemudian hari.
6. Pergunakan humor atau cara lain yang mungkin dirasakan aneh-
aneh atau bukan-bukan seperlunya, untuk menghadapi cara berfikir pasien yang tidakk rasional.
7. Jelaskan bagaimana pikiran-pikiran ini dapat diganti dengan pikiran
yang lebih rasional dan memiliki dasar empirik yang kuat.
8. Ajarkan pasien bagaimana mempergunakan pendekatan ilmiah
dalam proses berpikirnya, sehingga mereka dapat mengamati dan kemudian mengurangi cara berfikir yang tidak rasional dan logis yang dapat menimbulkan kesulitan dalam dirinya di kemudian hari.
          Dapat diambil kesimpulan bahwa terapi rasional-emotif mempergunakan pendekatan langsung unutk “menyerang” dan menghilangkan pikiran-pikiran yang tidak rasional dan logis. Untuk melakukan ini, terapi perlu mengetahui dunia pasien, mengetahui sikap dan perilakunya yang tidak rasional dan bagaimana pasien melihat hal-hal tersebut. Terapi juga menggunakan pendekatan terapi keluarga (family therapy). Pendekatan ini sangat populer karena efektifitas dan keberhasilannya cukup tinggi.
B. Tujuan terapi Rasional- emotif
          Ellis mengemukakan yang digunakan dalam TRE yang diarahkan pada satu  tujuan utama: “ meminimalkan pandangan yang mengalahkan diri dari pasien dan memabntu pasienn memperoleh filsafat hidup yang lebih realistik.
          TRE mendorong suatu evaluasi filosofis dan idelogis berlandaskan asumsi bahwa masalah-masalah manusia berakar secara filosofis, jadi TRE tidak diarahkan semata-mata kepada penghapusan simtom, melainkan mendorong pasien agar menguji secara kritis nlai-nilai dirinya yang paling dasar.
          Terapi Rational-Emotif berfokus membantu pasien menyadari self-talk yang irasional dan negatif yang merupakan sumber utama dari emosi-emosi yang tidak dikehendaki dan tingkah laku –tingkah laku yang tidak bertanggung jawab.
C. Teknik Terapi
          Ellis berpendapat bahwa kebanyakan orang membutuhkan bantuaan untuk mengatasi pertahanan-pertahanan mereka dan memaksa  mereka untuk menentang respon-respons yang merusak diri mereka sendiri.
          Terapi Rational-Emoif  menggunakan berbagai teknik yang bersifat kognitif, afektif, dan behavioral yang disesuaikan dengan kondisi klien. Berikut beberapa macam teknik yang dipakai sebagai berikut :
1. Teknik- teknik Emotif (afektif)
a. Assertive Training, digunakan untuk melatih, mendorong, dan
membiasakan klienn untuk secara terus-menerus menyesuaikan dirinya dengan perilaku tertentu yang diinginkan.
b. Sosiodrama, digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis
perasaan yang menekan melalui suatu suasana yang didramatisasikan sedemikan rupa sehingga klien dapat secara bebas mengungkapkan dirinya sendiri secara lisan, tulisan, ataupun melalui gerakan-gerakan dramatis.
c. Self Modeling, digunakan untuk meminta klie agar “berjanji” atau
mengadakan “komitmen” dengn konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu.
d. Imitasi, digunakan dimana klien diminta untuk menirukan secara
terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi dan menghilangkan perilakunya sendiri yang negatif.
2. Teknik- teknik Behavioristik
Ini digunakan dengan upaya memodifikasi perilaku-perilaku negatif dari klien dengan mengubah akar-akar keyakinannya yang tak rasional dan tak logis. Beberapa teknni yang termasuk dalam teknik behavioristik:
a. Reinforcement, digunakan untuk mendorong klien ke arah
perilaku yang lebih rasional dan logis  dengan jalan memberikan pujian verbal ataupun hukuman.
b. Social Modeling, digunakan untuk memberikan perilaku-perilaku
baru pada klien.
c. Live Models, digunakan untuk menggambarkan perilaku-perilaku
tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan memecahkan masalah-masalah.
3. Teknik-teknik Kognitif
Teknik ini bertujuan mendorong klien dan memodifikasi aspek
kognitifnya agar dapat berfikir atau berperilaku sesuai sistem nilai yang diharapkan baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap lingkungannnya. Beberapa teknik kognitif yang cukup dikenal :
a. Home Work Assigments, teknik ini memberikan klien tugas-tugas
rumah untuk melatih, membiasakan diri, dan dapat menuntut pola perilaku yang diharapkan.
b.  Assertive, digunakan untuk melatih keberanian klien dalam
mengekspresikan perilaku-perilaku tertentu yang diharapkan.





SUMBER :
Corey, Gerald. (2007). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.
Gunarsa, Singgih D, Dr., Prof. (2007). Konseling dan Psikterapi. Jakarta: BPK Gunung Mulia
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Menntal 3. Yogyakarta: KANSIUS.
Surya, Mohamad, Dr., Prof. (2003). Teori-Teori Konseling. Bandung: Pustaka Bani Quraisy.