Rabu, 21 Januari 2015

Tugas Psikologi Manajemen

Psikologi Manajemen

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN

A.  Pengertian Komunikasi

Para ahli kurang bekerja sama dalam memberi definisi tentang istilah yangberakar kata Latin communicatio (berpartisipasi,memberitahukan), communicates (berbagi, milik bersama), dan communis(milik bersama, berlaku di mana-mana)  di bawah ini adalah beberapa pengertian komunikasi menurut beberapa ahli:
    1. Menurut Shannon & WeaverKomunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu sama lainnya, sengaja atau tidak sengaja. Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni, dan teknologi
    2. Menurut Carl I.HovlandKomunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan untuk mengubah perilaku orang lain.
    3. Menurut  Judy C pearson & Paul EmelsonKomunikasi adalah Proses mahami dan berbagi makna.Menurut Stewart L. Tubbs & Sylvia Moss,Komunikasi adalah proses makna diantara dua orang atau lebih.


B.   Proses komunikasi

Proses komunikasi adalah bagaimana komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan komunikatornya. Proses komunikasi bertujuan untuk menciptakan komunikasi yang efektif. suatu proses komunikasi dapat berjalan dengan baik apabila ada interaksi antar manusia dan terjadi penyampaian pesan untuk terwujudnya motif komunikasi. Dengan komunikasi, perasaan ataupun sikap seseorang atau sekelompok orang dapat di pahami dengan baik oleh pihak lain.

Di bawah ini akan menjelaskan tentang tahapan proses komunikasi :
a.     Penginterpretasian
b.     Penyandian
c.      Pengiriman
d.     Perjalanan
e.      Penerimaan
f.       Penyandian balik
g.     Penginterpretasian

C.   Hambatan Komunikasi

Hambatan secara umum dapat dikelompokkan menjadi hambatan eksternal dan hambatan internal, yakni :
1.     Hambatan internal adalah hambatan yang berasal dari dalam
diri individu yang terkait kondisi fisik dan psikologis. Contoh, jika seseorang memiliki kekurangan dalam indera pendengaran maka ia akan mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan orang yang tidak memiliki kekurangan dalam indera pendengaran.
2.  Hambatan eksternal adalah hambatan yang berasal dari luar individu yang terkait dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosial budaya.Contoh, bila kita berada di lingkungan yang ramai akan suara kendaraan ataupun suara orang-orang disekitar maka pada saat kita berbicara dengan orang di samping kita atau ditelefon genggam akan mengalami hambatan karena suara kita terhambat akan suara-suara yang berada di lingkungan kita.

Kemudian ada beberapa hal-hal yang menghambat komunikasi yakni:
a.     Hambatan fisik yakni, hambatan yang menyangkut bagian tubuh atau fisik seseorang.
b.     Hambatan kepribadian yakni, hambatan yang berkaitan dengan kepribadian seseorang.
c. Hambatan usia, usia pun bisa menjadi salah satu hambatan dalam berkomunikasi. Pada saat orang tua berbicara dengan anak kecilnya yang kurang bisa berkomunikasi dengan baik, maka bisa terjadi hambatan dalam menyampaikan pesan dan penerimaan pesan.
d. Hambatan budaya, setiap budaya memiliki perbedaan dalam hal berinteraksi, berkomunikasi, dan lain-lain. Maka tidak heran budaya termasuk dalam hambatan komunikasi. Contohnya, orang Arab memakai cadar atau pakaian yang menutupi mulutnya, sehingga pada saat orang Arab tersebut ingin berbicara dengan orang lain dan orang lain tersebut tidak mendengar dengan jelas ucapannya akan terjadi hambatan komunikasi.
e.     Hambatan bahasa yakni, setiap negara memiliki bahasa yang berbeda-beda, tidak semua orang memahami bahasa negara selain negaranya. Contohnya, orang Korea selatan kurang paham dalam berbicara bahasa inggris, maka pada saat mereka bertemu dan berinteraksi dengan orang Amerika akan mengalami hambatan komunikasi.

D.  Definisi Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya.
Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap orang menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun nonverbal.

PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN

A.    Definisi Pelatihan

Menurut Mathis (2002), Pelatihan adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, proses ini terikat dengan berbagai tujuan organisasi,pelatihan dapat dipandang secara sempit maupun luas.

B.     Tujuan dan Sasaran pelatihan dan Pengembangan

Tujuan umum 
Pelatihan yakni:
a.    untuk mengembangkan keahlian, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan lebih cepat dan lebih efektif,
b. untuk mengembangkan pengetahuan,sehingga pekerjaan dapat diselesaikan secara rasional
c. untuk mengembangkan sikap,sehingga menimbulkan kemauan kerjasama dengan teman-teman pegawai dan dengan manajemen (pimpinan).

Sedangkan Sasaran Pelatihan dan Pengembangan yakni:
a. Sasaran Kognitif, Sasaran yang menggambarkan perilaku kognitif, perilaku kognitif lain ialah mampu mengenal, mampu membedakan, mampu menilai, mampu menganalisis, dan sebagainya.
b.   Sasaran Afektif, Mencakup perilaku yang berhubungan dengan perasaan dan sikap. Perilaku tentang suatu kesediaan, kecenderungan.
c.    Sasaran Psikomotor, Mencakup perilaku gerak.

C.     Faktor Psikologi dalam Pelatihan dan Pengembangan

Menurut John Miner psikologi berperan dalam perusahaan yang di rumuskan dalam 4 bagian yakni:
a.       Terlibat dalam proses input
b. Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada        produktivitas.
c. Berfungsi sebagai mediator dalam hal-hal yang berorientasi pada pemeliharaan.
Dengan melihat peran di atas dapat di simpulkan semua aspek-aspek individual yang berhubungan dengan pekerjaan dan organisasi terkait denga psikologi.

D.    Teknik dan Metode Pelatihan

Program pelatihan dan pengembangan dibuat untuk meningkatkan prestasi kerja, memperbaiki kepuasan kerja, dan lain-lain. Ada dua kategori yakni:
a.     Metode praktis (on the job training)
b.  Teknik-teknik presentasi informasi dan metode-metode simulasi (off the job training)

Masing-masing kategori mempunyai sasaran pengajaran sikap konsep atau pengetahua atau keterampilan utama yang berbeda. Dalam pemilihan teknik tertentu untuk dugunakan pada program pelatihan dan pengembangan, ada beberapa trade offs. Ini berarti tidak ada satu teknik yang selalu baikmetode tergantung pada sejauh mana suatu teknik memenuhi faktor-faktor berikut:

a.     Efektivitas biaya.
b.     Isi program yang dikehendaki
c.      Kelayakan fasilitas-fasilitas
d.     Preferensi dan kemampuan peserta
e.      Preferensi dan kemampuan instruktur atau pelatih
f.       Prinsip-prinsip belajar


sumber :


Buku Psikologi dan Organisasi. Asher Sunyato Munandar. Penerbit universitas indonesia (UI. Press). 2008







Tidak ada komentar:

Posting Komentar