Rabu, 29 April 2015

TUGAS PSIKOTERAPI



TERAPI ANALISI TRANSAKSIONAL

 Kata transaksi mengrah pada suatu proses pertukaran dalam suatu hubungan, yang ditukar adalah pesan-pesan verbal dan nonverbal. Analisi transaksional adalah salah satu pendekatan psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional. Transaksional dapat dipergunakan
untuk terapi individual, tetapi terutama untuk pendekatan kelompok dimana pendekatan ini menekankan pada aspeek perjanjian dan keputusan. Proses terapi mengutamakan kemampuan klien untuk membuat keputusan sendiri, dan keputusan baru agar jidupnya memiliki kemajuan.
Teori analisi transaksional berasal dari pemikiran Eric Berne pada tahun 1964. Teori analisi transaksional adalah teori terapi yang digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang-bidang perilaku dan menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar.
Analisi transaksional didasarkan pada asumsi atau anggapan bahwa orang mampu memahami keputusan-keputusan pada masa lalu dan kemudian dapat memilih untuk memutuskan kembali atau menyesuaikan kembali keputusan yang telah pernah diambil.
Analisis transaksional melatih individu berfokus pada “orang” yaitu pada posisinya, respons dan stimulus yang diberikan atau diterima. Pertukaran stimulus-respons itu disebut transaksional.
Prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Eric Berne sebagai berikut :
a. Upaya untuk merangsang tanggung jawab pribadi atas tingkah lakunya sendiri
b. Pemikiran logis
c. Rasional
d. Tujuan-tujuan yang realistis
e. Berkomunikasi dengan terbuka
f. Wajar
g. Pemahaman dalam berhubungan dengan orang lain.

Tujuan dasar analisis transaksional adalah membantu klien dalam membuat keputusan-keputusan baru yang menyangkut tingkah lakunya sekarang dn arah hidupnya.  Inti dari konseling adalah mengggantikan gaya hidup yang ditandai oleh permainan yang manipulatif oleh skenario-skenario hidup yang mengalahkan diri dengan gaya hidup otonom yangditandai oleh kesadaan, spontanitas, dan keakraban.
Teknik-teknik analisis transaksional sebagai berikut :
a. Tidak ada jurang pengertian yang tidak bisa dijembatani di antara konselor dan
klien.
b. Klien memiliki hak-hak yang sama dan  penuh dalam konseling
c. Kontrak memperkecil perbedaan status dan menekankan persamaan di antara
konselor dan klien.
Tahapan proses konseling analisis transaksioal
a. Bagian penduluan digunakan untuk menentukan kontrak dengan klien,
baik mengenai masalah maupun tanggung jawab kedua pihak.
b. Membuat kontrak yang dilakukan oleh klien sendiri, yang berisikan
tentang apa yang akan dilakukan oleh klien, bagaimana klien akan
melangkah ke arah tujuan yang telah ditetapkan, dan klien tahu kapan
kontraknya akan habis.
c. Setelah kontrak ini selesai, baru kemudian konselor bersama klien
menggali ego state dan memperbaikinya sehingga terjadi dan tercapainya
tujuan konseling.

SUMBER :
Asridha, Rizk P. Psikologi Konseling. Jakarta : Universitas Mercu Buana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar