TERAPI
LOGOTERAPI
Logoterapi mempunyai arti secara literal yakni dimana
terapi melalui pemaknaan, bersifat direktif dan terus menerus. Logoterapi
menggunakan teknik tertentu untuk mengatasi phobia, kegelisahan, obsesi tak
terkendali dari penggunaan obat-obatan terlarang, dan lain-lain.
Konseling Logoterapi merupakan bagian
dari pendekatan eksistensial yang diperkenalkan oleh Viktor Frankl pada tahun
1992. Frankl mengatakan gangguan yang dialami oleh individu merupakan hasil
dari kegagalan seseorang dalam mencari makna hidup dan diperoleh dari
penderitaan dan kehilangan akan sesuatu.
Melalui konseling logoterapi, konselor
dapat membantu psikologis individu mengenali dirinya dimana berkaitan dengan
makna hidup. Relasi yang dibangun oleh konselor dan konseli adalah encounter
yang diartikan sebagai hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan
keterbukaan, serta sikap dan kesedihan untuk saling menghargai, memahami dan
menerima sepenuhnya satu sama lain.
Tahapan dalam konseling logoterapi
mencakup :
a. Perkenalan
b. Pengungkapan dan Penjagaan masalah
c. Pembahasan bersama
d. Evaluasi dan Penyimpulan
d. Pengubahan sikap dan perilaku untuk
meningkatkan kebermakaan hidup
Empat langkah konseling logoterapi yaitu
:
a. Mengambil jarak atas gejala à
konselor membantu menyadarkan klien bahwa
kondisi yang dialaminya
dapat dikendalikan.
b. Modifikasi Sikap à
dimana konselor membantu klien untuk mendapat
pandangan
baru tentang diri dan kondisinya. Kemudian individu menentukan sikap agar klien
bisa menentukan arah dan tujuan hidupnnya.
c. Pengurangan gejala à
konselor menggunakan terapi ini untuk bisa
menghilangkan dan
mengendalikan gejala pada subjek.
d. Orientasi terhadap makna à
disini konselor dan klien bersama-sama
membahas
tentang nilai-nilai dan makna hidup yang secara potensial ada dalam kehidupan
subjek, memperdalam dan menjabarkan menjadi tujuan yang lebih jelas.
Metode dereflection dalam konseling logoterapi memanfaatkan kemampuan
transendensi diri yang terdapat pada setiap inividu dewasa.dimana klien tidak
memperhatikan kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan sehingga lebih
memperhatikan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Melalui metode ini, klien akan mengalami
perubahan sikap, yakni sikap yang awalnya sangat memperhatikan diri menjadi memiliki
komitmen terhadap suatu yang penting baginya.
Karakteristik konseling logoterapi
adalah jangka pendek, berorientasi masa depan dan berorientasi pada makna
hidup. Konseling logoterapi dapat dilakukan secara fleksibel yaitu direktif
atau non direktif dan tidak terpaku dalam tahapan pelaksanaannya.
Konseling logoterapi diberikan kepada
klien karena saat klien konseling mengalami ketidakjelasan makna dan tujuan
hidup. Ini menyebabkan klien mengalami kehampaan dan kehilangan gairah hidup.
SUMBER :
Suprapto, Hana. (2013). Konseling Logoterapi untuk Meningkatkan
Kebermaknaan Hidup Lansia. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi Vol 1 (2)
190-198.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar