Rabu, 29 April 2015

TUGAS PSIKOTERAPI



TERAPI LOGOTERAPI

Logoterapi  mempunyai arti secara literal yakni dimana terapi melalui pemaknaan, bersifat direktif dan terus menerus. Logoterapi menggunakan teknik tertentu untuk mengatasi phobia, kegelisahan, obsesi tak terkendali dari penggunaan obat-obatan terlarang, dan lain-lain.
Konseling Logoterapi merupakan bagian dari pendekatan eksistensial yang diperkenalkan oleh Viktor Frankl pada tahun 1992. Frankl mengatakan gangguan yang dialami oleh individu merupakan hasil dari kegagalan seseorang dalam mencari makna hidup dan diperoleh dari penderitaan dan kehilangan akan sesuatu.
Melalui konseling logoterapi, konselor dapat membantu psikologis individu mengenali dirinya dimana berkaitan dengan makna hidup. Relasi yang dibangun oleh konselor dan konseli adalah encounter yang diartikan sebagai hubungan antar pribadi yang ditandai oleh keakraban dan keterbukaan, serta sikap dan kesedihan untuk saling menghargai, memahami dan menerima sepenuhnya satu sama lain.

Tahapan dalam konseling logoterapi mencakup :
a. Perkenalan
b. Pengungkapan dan Penjagaan masalah
c. Pembahasan bersama
d. Evaluasi dan Penyimpulan
d. Pengubahan sikap dan perilaku untuk meningkatkan kebermakaan hidup

Empat langkah konseling logoterapi yaitu :
a. Mengambil jarak atas gejala à konselor membantu menyadarkan klien bahwa
kondisi yang dialaminya dapat dikendalikan.
b. Modifikasi Sikap à dimana konselor membantu klien untuk mendapat
pandangan baru tentang diri dan kondisinya. Kemudian individu menentukan sikap agar klien bisa menentukan arah dan tujuan hidupnnya.
c. Pengurangan gejala à konselor menggunakan terapi ini untuk bisa
menghilangkan dan mengendalikan gejala pada subjek.
d. Orientasi terhadap makna à disini konselor dan klien bersama-sama
membahas tentang nilai-nilai dan makna hidup yang secara potensial ada dalam kehidupan subjek, memperdalam dan menjabarkan menjadi tujuan yang lebih jelas.
Metode dereflection dalam konseling logoterapi memanfaatkan kemampuan transendensi diri yang terdapat pada setiap inividu dewasa.dimana klien tidak memperhatikan kondisi yang menimbulkan ketidaknyamanan sehingga lebih memperhatikan hal-hal yang positif dan bermanfaat.
Melalui metode ini, klien akan mengalami perubahan sikap, yakni sikap yang awalnya sangat memperhatikan diri menjadi memiliki komitmen terhadap suatu yang penting baginya.

Karakteristik konseling logoterapi adalah jangka pendek, berorientasi masa depan dan berorientasi pada makna hidup. Konseling logoterapi dapat dilakukan secara fleksibel yaitu direktif atau non direktif dan tidak terpaku dalam tahapan pelaksanaannya.
Konseling logoterapi diberikan kepada klien karena saat klien konseling mengalami ketidakjelasan makna dan tujuan hidup. Ini menyebabkan klien mengalami kehampaan dan kehilangan gairah hidup.
 

SUMBER :
Suprapto, Hana. (2013). Konseling Logoterapi untuk Meningkatkan Kebermaknaan Hidup Lansia. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi Vol 1 (2) 190-198.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar